Loading...

Jumat, 02 Desember 2011

Provinsi Kalimantan

.

       PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan dan beribukotakan Pontianak.
Letak dan luas wilayah
Letak : 2°-3° LS dan 118°-114° BT
Luas wilayah           : 146.807 km²
Batas-batas :
          Barat           : laut cina selatan dan selat karimata
          Timur          : Kalimantan tengah dan Kalimantan timur
          Utara           : Malaysia timur ( serawak)
          Selatan         : laut jawa

Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki provinsi "Seribu Sungai". Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan. Dan sungau Kapuas adalah mascot dari provinsi Kalimantan barat, sungai ini merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang 1.143 km. Sungai Kapuas dapat menghubungkan daerah lain di wilayah Kalimantan barat,sungai ini tercemar berat belakangan ini akibat aktifitas penambangan emas.
Kalimantan Barat berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
KEBUDAYAAN KALIMANTAN BARAT
1.  RUMAH TRADISIONAL
http://ianspace.files.wordpress.com/2010/01/gb12.png?w=548&h=211
Ini adalah rumah adat khas Kalimantan barat, namanya Rumah Betang. Uniknya rumah adat ini berada ditengah-tengah danau atau perairan, karena rumah Betang ini biasanya terdapat di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat pemukiman suku Dayak, dimana sungai merupakan jalur transportasi utama bagi suku Dayak untuk melakukan berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari seperti pergi bekerja ke ladang, atau melakukan aktifitas perdagangan (jaman dulu suku Dayak biasanya berdagang dengan menggunakan system barter yaitu dengan saling menukarkan hasil ladang, kebun maupun ternak).
Bentuk dan ukuran Rumah Betang ini bermacan-macam diberbagai tempat. Ada yang mencapai panjang 150 meter dan lebar hingga 30 meter. Umumnya rumah Betang di bangun dalam bentuk panggung dengan ketinggian tiga sampai lima meter dari tanah. Tingginya bangunan rumah Betang ini saya perkirakan untuk menghindari datangnya banjir pada musim penghujan yang mengancam daerah-daerah di hulu sungai di Kalimantan. Beberapa unit pemukiman bisa memiliki rumah Betang lebih dari satu buah tergantung dari besarnya rumah tangga anggota komunitas hunian tersebut. Setiap rumah tangga (keluarga) menempati bilik (ruangan) yang di sekat-sekat dari rumah Betang yang besar tersebut, di samping itu pada umumnya suku Dayak juga memiliki rumah-rumah tunggal yang dibangun sementara waktu untuk melakukan aktivitas perladangan, hal ini disebabkan karena jauhnya jarak antara ladang dengan tempat pemukiman penduduk.
2.    BUSANA DAERAH
http://ianspace.files.wordpress.com/2010/01/baju-adat.jpg?w=229&h=247
Ini merupakan baju adat khas Kalimantan Barat. Suku Dayak di Kalimantan Barat ini mulai mengenal pakaian yang disebut king baba (king = cawat; baba = laki-laki) untuk laki-laki, dan king bibinge untuk perempuan (bibinge = wanita). Pakaian tersebut terbuat dari kulit kayu yang diproses hingga menjadi lunak seperti kain. Kulit kayu yang bisa difungsikan sebagai kain untuk membuat cawat, celana, baju, clan selimut itu disebut kapua atau ampuro.
Masyarakat Dayak pun mengenal teknik menenun untuk membuat busana. Bahkan hingga kini masyarakat Dayak dikenal sebagai penenun yang terampil. Dulu, yang ditenun adalah serat benang yang dihasilkan dari kulit pohon tengang. Warna dasar serat yang kuat  yang dihasilkan adalah warna coklat muda. Untuk memperoleh warna hitam atau merah hati, warna yang dominan pada tenunan tradisional Dayak, serat tengang itu dicelup dengan getah pohon yang dilarutkan dalam air. Tenunan yang beredar sekarang dengan warna-warna kuning, merah muda, putih, dsb, dibuat dari benang kapas yang diperoleh dari luar daerah. Kini telah sangat jarang dijumpai tenunan yang dibuat dari serat tengang sehingga busana adat masyarakat Taman pun menggunakan tenunan benang kapas.
3.  PAKAIAN PENGANTIN
·         Pria :
ü  Mengenakan baju lengan panjang celana panjang
ü  Memakai ikat pinggang
ü  Tenun sambas yang menyelempang di bahu dan melingkar di pinggang
ü  Serta memakai tutup kepala.
·         Wanita
ü  memakai baju panjang
ü  memakai kain tenun sambas
ü  mengunakan ikat  pinggang
ü  kalung
ü  serta mahkota di kepala.

4.    TENUN
Kain Tenun Tradisional terdapat di beberapa daerah, diantaranya:
ü  Tenun Daerah Sambas
ü  Tenun Belitang daerah Kumpang Ilong Kabupaten Sekadau
ü  Tenun Ensaid Panjang Kabupaten Sintang
ü  Tenun Kapuas Hul
4.1.1 MOTIF TENUNAN KAIN SAMBAS
4.1.1 Kain Telur Bunga Cangkring
Disebut Telur Bunga Cangkring karena kain ini memiliki motif bunga-bunga cangkring yang disusun dalam satu bundaran berbentuk telur warna hitam dengan kombinasi pucuk rebung. Kain ini sangat cocok dipakai pada waktu menghadiri kegiatan-kegiatan yang dilaksananakan pada malam hari. Dengan memakai kain ini, seseorang akan terlihat berwibawa.
http://www.melayuonline.com/image/culture/2009/tenun-sambas-06.jpgKain Tenun Sambas ini memiliki beberapa motif, antara lain: pucuk rebung, tahi lalat, talok mata ayam, tabur bunga melati kecil, bunga tanjung, bunga malek, bunga cangkring, dan bunga mawar merah.
4.1.2 Kain Rantai Mas
Kain Rantai Mas ini memiliki warna dasar hijau. Kain ini biasanya dipakai oleh kaum wanita untuk menghadiri acara-acara penting, seperti menghadiri undangan dari pembesar suatu daerah atau undangan dari raja.

             Kain Tenun Sambas ini merupakan perpaduan beberapa motif,
seperti: pucuk rebung, tahi lalat (berbentuk titik), bunga telur mata ayam,
tujuh tabur bunga melati kecil di tengah- tengah, bunga tanjung,bunga malek, dan bunga cangkring.
http://www.melayuonline.com/image/culture/2009/tenun-sambas-07.jpg 


4.1.3 Kain Mahkota Berawan
http://www.melayuonline.com/image/culture/2009/tenun-sambas-08.jpg          Motif yang paling menonjol dan khas pada kain ini adalah dua ekor burung yang bertengger diatas mohkota raja yang selimuti awan. Menandakan kemerdekaan dan kemakmuran.

4.1.4 Kain Sabuk Rantai Berbintang
Kain Tenun Sambas ini biasanya dipakai oleh kaum pria untuk melengkapai baju teluk belanga (baju khas Melayu). Kain yang memiliki warna dasar ungu ini memiliki ukuran setengah dari kain biasa, dan biasanya dipakai lewat batas lutut atau setengah saja.

http://www.melayuonline.com/image/culture/2009/tenun-sambas-09.jpg       Tenunan Sabuk Rantai Berbintang ini merupakan kombinasi dari beberapa motif, seperti: pucuk rebung, tahi lalat,talok mata ayam,
tabur bunga melati kecil, bunga tanjung, bunga malek, bunga cangkring,
dan bunga mawar merah

4.1.5 Kain Sabuk Bintang Timur
http://www.melayuonline.com/image/culture/2009/tenun-sambas-10.jpgKain ini memiliki warna dasar merah muda dengan motif bintang yang sangat mencolok, sehingga mengandung makna cita-cita yang luhur. Oleh karena itu, kain ini sangat cocok dipakai oleh anak- anak yang menjelang baliqh.
Tenunan ini diperkaya oleh beberapa motif, seperti: pucuk rebung,
tahi lalat (berbentuk titik), bunga telur mata ayam, tabur bunga, bunga tanjung, dan bunga cangkring.

5.    TARIAN TRADISIONAL
ü  Tari Monong/Manang/Baliatn, merupakan tari Penyembuhan yang terdapat pada seluruh masyarakat Dayak. tari ini berfungsi sebagai penolak/penyembuh/ penangkal penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi. tarian ini hadir disaat sang dukun sedang dalam keadaan trance, dan tarian ini merupakan bagian dari upacara adat Bemanang/Balian.
ü  Tari Pingan, Merupakan Tarian Tunggal pada masyarakat Dayak Mualang Kabupaten Sekadau yang di masa kini sebagai tari hiburan masyarakat atas rezeki/tuah/makanan yang diberikan oleh Tuhan. Tari ini menggunakan Pingan sebagai media atraksi dan tari ini berangkat dari kebudayaan leluhur di masa lalu yang berkaitan erat dengan penerimaan/penyambutan tamu/pahlawan.
ü  Tari Jonggan merupkan tari pergaulan masyarakat Dayak Kanayatn di daerah Kubu Raya, Mempawah, Landak yang masih dapat ditemukan dan dinikmati secara visual, tarian ini meceritakan suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda mudi Dayak. Dalam tarian ini para tamu yang datang pada umumnya diajak untuk menari bersama.
ü  Tari kondan merupakan tari pergaulan yang diiringi oleh pantun dan musik tradisional masyarakat Dayak Kabupaten sanggau kapuas, kadang kala kesenian kondan ini diiringi oleh gitar. kesenian kondan ini adalah ucapan kebahagiaan terhadap tamu yang berkunjung dan bermalam di daerahnya. kesenian ini dilakukan dengan cara menari dan berbalas pantun.
ü  Kinyah Uut Danum, adalah tarian perang khas kelompok suku Dayak Uut Danum yang memperlihatkan kelincahan dan kewaspadaan dalam menghadapi musuh. Dewasa ini Kinyah Uut Danum ini banyak diperlihatkan pada acara acara khusus atau sewaktu menyambut tamu yang berkunjung. Tarian ini sangat susah dipelajari karena selain menggunakan Ahpang (Mandau) yang asli, juga karena gerakannya yang sangat dinamis, sehingga orang yang fisiknya kurang prima akan cepat kelelahan.
ü  Tari Zapin pada masyarakat Melayu kalimantan Barat, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat, sebagai media ungkap kebahagiaan dalam pergaulan. Jika ia menggunakan properti Tembung maka disebut Zapin tembung, jika menggunakan kipas maka di sebut Zapin Kipas.

6.  ALAT MUSIK TRADISIONAL
Gerdek, sampek, kaldei dan tuma.
Sampek adalah alat music khas suku dayak yang mempunyai fungsi ritual. Alat music ini di mainkan dalam acara semacam upacara adat kelahiran, panen / menjelang musim tanam.
Tuma adlah alat music semacam gendang yang bentuknya memanjang dan dimainkan dengan cara di tabuh. Penabuh tuma memainkan alat music ini dengan cara di jepit di antara kedia kakinya.

7.  SENJATA TRADISIONAL
Mandau, sumpit, tombak dan dohak.
Mandau adalah senjata tajam sejenis parang yang memiliki ukir ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga di jumpai lubang-lubang di bilah yang di tutup dengan kuningan / tembaga agar memperindah bilah Mandau.










Picture1.jpg
 
























Picture2.jpg
 






















 
                             PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Kalimantan Tengah adalah salah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibukotanya adalah Kota Palangka Raya
Letak dan luas wilayah
Letak : 1°-4° LS dan 111°-116° BT
Luas wilayah            : 153.800 km²
Batas-batas :
          Barat           : Kalimantan barat
          Timur          : Kalimantan timur dan Kalimantan selatan
          Utara           : Kalimantan barat dan Kalimantan timur
          Selatan         : laut jawa
Suku asli dari provinsi kalimantan tengah adalah Suku Dayak, Suku Dayak di kalimantan tengah disebut juga suku dayak ngaju. Mereka menghuni wilayah sekitar aliran sungai dan daerah-daerah hutan pedalaman.

KEBUDAYAAN KALIMANTAN TENGAH

1.  RUMAH TRADISIONAL
Rumah betang merupakan  bangunan rumah yang memanjang. Di bawah kolongnya digunakan untuk bertenun dan menumbuk padi, dihuni 20 kepala keluarga, rumah ini terdiri dari 6 kamar yaitu kamar penyimpanan alat” perang, kamar untuk pendidikan gadis  kamar tempat sajian, kamar tempat upacara adat dan agama, kamar tempat penginapan serta ruang tamu. Pada kiri dan kana ujung atap dihiasi tombak sebagai penolak mara bahaya.




 










2.  ALAT MUSIK TRADISIONAL
Gerdek, sampek, dan kledi
Kledi adl alat music tiup  dari suku dayak iban. Alat music ini terbuat dari labu dan batang” bambu kecil.

3.  UPACARA ADAT
1.     Upacara Tiwah (upacara memindahkan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)
2.    Wara (upacara pemindahan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)
3.    Balian (upacara atau prosesi pengobatan)
4.    Potong Pantan (upacara peresmian atau penyambutan tamu kehormatan)
5.    Mapalas (upacara membuang sial atau membersihkan diri dari malapetaka)
6.    Ijambe (upacara pemindahan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)

4.  SENJATA TRADISIONAL
Mandau, sumpit, talawang dan lunjuk
Mandau adalah semacam senjata yang berbentuk parang dengan  panjang setengah meter. Hulu Mandau dibri ukiran burung enggang dengan hiasan rambut manusia.
Talawang adalah senjata semacam perisai yang terbuat dari bahan kayu. Bentuknya segi enam memanjang, di gunakan untuk menutupi dada dan menangkis Mandau ketuka terjadi perkelahian.

5.    http://3.bp.blogspot.com/_mr5VJe2gFW4/TUjXqYqRJmI/AAAAAAAAABA/YIcdh6DgXfQ/s200/20090730172819_Batik_Kalimantan_Timur.jpgTENUN




           Kain Batik Kalsel terkenal dengan nama kain Sasirangan, kain batik kalteng terkenal dengan nama Batik Benang Bintik-nya. Motifnya pun variatif dengan warna-warna yang memanjakan selera. Motif yang umum adalah Batang Garing (simbol batang kehidupan bagi masyarakat Dayak), Mandau (senjata khas suku Dayak), Burung Enggang/Tingang (Elang Kalimantan), dan Balanga. Warnanya lebih berani seperti shocking pink, hijau stabilo, merah terang, oranye, dan masih banyak lagi Masing-masing kabupaten (ada 13 kabupaten)memiliki motif dan warna tersendiri Batik kalimantan lebih pada batik tenun yang bernuansa kayu kayuan dan warna gelap.
6.  TARI TRADISIONAL
Tari balean dadas,tari tambun, bungi, dan tari giring”
Tari balean dadas merupakan tarian yang digunakan untuk memohon kesembuhan bagi yang sakit.

7.  PAKAIAN PENGANTIN
·         PRIA :
ü  memakai celana panjang sampai lutut
ü  selempit perak atau tali pinggang dan tutup kepala.
ü  Perhiasan yang dipakai adalah inuk atau kalung panjang,
ü  cekoang atau kalung pendek dan kalung yang terbuat dari gigi binatang.
·          WANITA :
ü  mengenakan baju dengan lengan sebatas siku memakai kain berupa rok pendek
ü  rompi
ü  ikat kepala dengan hiasan bulu enggang,, kalung dan subang.


Picture3.jpg
 























Picture4.jpg
 























Untitled-Scanned-04.jpg,Untitled-Scanned-05.jpg 












































Untitled-Scanned-06.jpg 





























Untitled-Scanned-07.jpg




 
























                        PROVINSI KALIMANTAN
                            SELATAN  
                                                      
Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Banjarmasin.
Letak dan luas wilayah
Letak : 1°- 4° LS dan 114°-117° BT
Luas wilayah           : 37.377km²
Batas-batas :
          Barat           : Kalimantan tengah
          Timur          : selat makasar
          Utara           : Kalimantan timur
          Selatan         : laut jawa

Maskot dari Provinsi Kalimantan Selatan adalah Pasar Terapung. Pasar terapung adalah pasar tradisional yang berada di atas sungai barito dimuara sungai kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Para pedagang dan pembeli mengunakan Jakug, yaitu perahu dalam bahasa banjar. Keistimewaan dari pasar ini adalah masin sering terjadi transaksi barter (tukar menukar barang) antar pedagang.

KEBUDAYAAN KALIMANTAN SELATAN
1.  RUMAH TRADISIONAL
 Rumah banjar / rumah bubungan tinggi,
Rumah banjar adalah rumah addat yang mempunyai atap tinggi. Bagian depan rumah berfungsi sebagai teras yg dinamakan kelatar, yang digunakan sebagai tempat anggota keluarga bersantai. Rumah ini merupakan rumah panggung dan dibawahnya dapat digunakan untuk menyimpan padi dan sebagainya.
Seluruh rumah terbuat dari kayu ulin dan atapnya dari sirip kayu ulin.




 








2.  TARI TRADISIONAL
Tari baksa kembang, tari radap rahayu dan tari tirik
Tari baksa kembang  berfunsi untuk menyambut tamu Negara dalam perayaan hari” besar daerah / nasional dan juga pada perayaan pengantin/ hajatan. Tarian ini mengambarkan putrid” remaja cantik yang sedang bermain di taman bunga. Mereka memetik beberapa bunga kemudian di ramgkai menjadi kembang bogam ,kembang bogam ini mereka bawa sambil menari dengan gemulai. Tari ini di iringi seperangkat gamelan dengan irama lagu yang sudah baku, yaitu lagu ayakan dan janklong / kembang muni
     SENJATA TRADISIONAL.
Mandau,babun, panting, dan keris
ü  Mandau adalah senjata yang berbentuk parang dengan panjang setengah meter. . Hulu Mandau dibri ukiran burung enggang dengan hiasan rambut manusia.
ü  Keris  adalah satu senjata tradisional yang panjangnya ± 30 cm dan matanya terbuat dari besi dicampur dengan logam lainnya.

3.  ALAT MUSIK
Babun dan panting
Panting adalah sejenis gambus yang memakai senar.

4.  PAKAIAN TRADISIONAL
Pria :
ü  mengenakan baju belengan panjang
ü  celana panjang/ selawar
ü  sarung yang melingkar di pinggang dan tutup kepala
Wanita :
ü  mengenakan baju berlengan pendek,
ü  kain bersulam emas,
ü  tutup kepala berhias kembang goyang / sumping dan gelang.

Secara umum busana banjang terdiri dari 3 jenis yaitu : bagadah gamuling baular lutut,ba’amar galung pancar matahari, dan babajukun galung pacinan. Ketiga busana ini memiliki asal usul yang berbeda-beda.
a.     Bagadah gamuling baular lutut:
Diciptakan leluhur banjar sekitar abad 15-16 M (Masehi) dan di anggap busan pengantin yang pertama. Busana adat jenis ini dipengaruhi oleh kebudayaan hindu yang tercermin dari penggantin laki-laki yang hanya bertelanjang dada.
b.     Ba’amar galung pancar matahari:
Busana adat pengantin jenis ini dipercaya oleh leluhur banjar pada abat 17-18 M busana pengantin jenis ini dipercaya sebagai busana banjar kedua yang dipengaruhi kebudayaan hindu dan islam.
c.     Babajukun galung pacinan :
Busana ini telah dipercaya telah tercipta pada abad 19 M. busan yang ketiga ini dipengaruhi oleh budaya arab dan tiongkok, hal ini terlihat dari wujud busan dan nama pacinan. Pada abad tersebut suku arab dan cina banyak bermukin di banjar dan berbaur dengan masyarakat asli banjar

Jenis dan bentuk busana
a.    Bagajah gamuling baular lutut :
·      Pengantin laki-laki
ü  Mahkota terbuat dari logam bundar berbentuk 2 ekor ular lidiyang melingkar dan kepalanya saling bertemu.
ü  Baju poko berupa kemeja lengan pendek tanpa krah.
ü  Selawar (celana panjang) tingginya ± 10 cm di atas mata kaki dengan bentuk kecil bagian bawah, dan diberi hiasan motif pucuk rebung, dari manic-manik / monte-monte.
ü  Tapih ( sabuk pendek) bermotif khas binatang halilipan dalam posisi merayap ke bawah, berhias sulaman benang emas dan manic-manik / monte-monte.
ü  Warna busana kuning cerah, merah / hijau
ü  Hiasan berupa kalung samban, kilat bahu garuda mungkur paksi sedang melayang,peding / ikat pinggang emas dan kepala motif gula kelapa,dan keris khas banjar berbentuk sempana
§    Pengantin wanita
ü  Mahkota terbuat dari logam bundar berbentuk 2 ekor ular lidiyang melingkar dan kepalanya saling bertemu.
ü  Sangul dengan rambut yang dihias dengan kembang goyang dan untaian kuncup kembang melati.
ü  Udat atau kemben yang menutup dada yang dihias manic-manik, namun saat ini sudah di modifikasi dengan torso.
ü  Selendang sebagai penutup punggung dan penutup dada.
ü  Kida-kida atau hiasan berbentuk bulat segilima penutup dada.
ü  Kayu apu, kain untuk penutup pinggang

b.            Ba’amar galung pancar matahari
·                     Pengantin pria
ü  Laung atau destar
ü  Baju dalam atau kemeja putih lengan panjang berenda.
ü  Jas buka tanpa kancing
ü  Celana panjang
ü  Sabuk, sarung, tapih pendek bermotif khas binatang halilipan yang disulam benang emas.
ü  Tali wenang yaitu benang kuning sebagai pengikat diatas sabuk.
ü  Selop tutup berhias benang emas dan manic-manik
·                     Pengantin wanita
ü  Mahkota berupa permata yang tengahnya berupa buah nanas dan matahari
ü  Sangul berbentuk bulan sabit
ü  Baju poko lengan pendek tanpa krah lengan pendek, dihiasi manic-manik serta rumbai-rumbai.
ü  Kida-kida penutup dada berbentuk segilima.
ü  Kayu apu sabuk selebar ±15-20 cm berfungsi untuk menutup baju poko dan sarung.
ü  Tapih atau sarung panjang berbentuk halilipan.
ü  Hiasan berupa kembang goyang berumpun berjumlah 11-13 kuntum, sisir emas berbentuk melati dengan 5 kelopak, antic berulang panjang, kalung cikak,kalung kebun raja, kalung berbentuk biji kurma, ikat pinggang emas.
ü  Bunga-bunga berupa karang jagung berjumlah ganjil,kalu dari bunga mawar dan melati yang masih kuncup, 

c.         Babajukun galung pacinan
·                     Pengantin pria
ü  Kopyah alpe setinggi 15 cm dililitkan surban dan dihiasi dengan untaian bunga melai kuncup
ü  Baju gamis dan jubah
ü  Selempang berupa kain panjang bersulam benang emas
ü  Selop tutp bersulam benang emas
ü  Hiasn kalung rantai dari emas,kalung permata yang dirajah ayat al qur’an,dan bermata satu dari jamrud.
ü  Kembang tangan.
·                     Pengantin wanita
ü  Mahkota berbentuk setengah lingkaran bertahtakan pemata
ü  Sangul galung pacinan berbentuk bulat
ü  Kebaya lengan panjang berbentuk seong sam dan berkrah shanghai
ü  bersulam benang emas dengan motif bunga teratai
ü  kebaya dipasangkan dengan rok besar berhias sulam
ü  motif china, dengan manic-manik






Picture3.jpg



Picture5.jpg
 
















                                











Picture5.jpg


Picture6.jpg
 
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar